Menuju Jogjakarta

Foto : Dokumentasi Pribadi

Saat itu ketika menuju jogjakarta, di balik jendela kereta api yang kutunggangi ada mata yang berusaha menetaskan memori lama disetiap decit rel kereta apinya. Gerbong dengan segala hal didalamnya ramai, termasuk diriku pun berada disisi gerbong saat itu. Namun sayang, hanya gerbong itu yang ramai, tidak dengan hatiku. Entah, luka ini kembali terbuka sembari kereta api membawaku jauh melesat pada kota diujung stasiun.


Detik semakin cepat berdetak, dan satu per satu stasiun kereta sudah terlewat. Di Solo Balapan sudah terlihat senja mulai membiaskan jingganya, hatiku semakin bermelankolia seiring laraku kehilangan mu. Aku bisa apa, tanpa permisi kenangan itu pun dapat membakar jerami di dalam hati. Membakar tanpa henti. Sama halnya seperti senja di Solo Balapan ini, seketika jingganya membajiri.  

// 
tepat setelah maghrib
kereta berhenti di stasiun tujuan terakhir, langkahku tiba dimana saat itu langit di kota Jogja sedikit mendung sehingga mengundang gerimis yang cukup manis sebagai ucapan selamat datang padaku.

takku pungkiri sungguh aku sangat jatuh hati dengan atmosphere di kota ini, gerimis yang jatuh perlahan semakin menambah keteduhan dikota seni ini. Dan diriku semakin melankolis, pada lampu lampu kota yang kujadikan tempat merawat senyap dan separuh yang tak lagi utuh. 

Jogja dan Ratusan Purnama

Kota-kota terlihat hitam putih, jauh dari pandangan berkelebat cepat dibenak . . .
Terimakasih caramu menyakiti adalah jalanku menemukan warna baru dihidupku

💚

Bukan hanya kopi ini yang terasa pahit
Tapi juga kenangan yang kau beri, lalu pergi tanpa pamit
Kalau saja detik itu takkan mempertemukan kita
kau takkan membawaku kepada dia. iya dia
yang membuat detikku semakin membaik 
setelah sekian purnama kau jadikan aku panik

Terimakasih Djogja
-kala itu jogja sangat sepi, istimewa bagai setangkup haru dalam rindu. Sangat istimewa bagiku, bersama sunyi, bersama bingkai bingkai memori, bersama andai yang tak dapat ku gapai ..

Comments

Popular posts from this blog

Deretan Pegunungan Sewu : Puncak Bukit Mangunan 200 mdpl

Bukit Selo Parang : Saat Menanjak Pertama Kali